SembahlahAllah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu.
AllahTa'ala berfirman (yang artinya), "Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.
19Ayat Alkitab Tentang Kerinduan dengan Seseorang. Juli 25, 2022 oleh Heru Siswanto. Semua orang pasti pernah merasakan kerinduan ketika ditinggal pasangannya pergi. Bahkan saking rindunya, menggunakan barang pasangan atau mengingat kenangan bersama sebagai obat rindu.
DemikianTafsir Quran Surah Al-Baqarah Ayat ke-76 menurut Tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Tafsir Jalalain (Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuti), Tafsir Al-Azhar (Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah Datuk Indomo, Buya Hamka), Tafsir Al-Misbah (Prof. Dr. AG. KH. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A.), dan Tafsir Ibnu Katsir (Ismail bin 'Amr Al-Quraisyi bin
Sesungguhnyakeindahan-Nya itu terjaga dari (segala bentuk) perubahan, terlindungi dengan tabir selendang dan sarung (kemuliaan), sebagaimana hadits Rasulullรขh n dari Allah Azza wa Jalla (hadits qudsi): "Kebesaran itu adalah selendang-Ku dan keagungan itu adalah sarung-Ku". Kecintaan memiliki 2 sebab : keindahan dan pengagungan, dan
Dan sungguh Kami (Allah) akan memberikan cobaan kepada kalian dengan sedikit dari rasa takut, kelaparan, berkurangnya harta, jiwa dan buah buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang orang yang sabar" (QS. Al-Baqoroh: 155) Penjelasan tentang salah satu aqidah ahlus sunnah wal jama'ah, yaitu perjumpaan dengan Allah.
Tuhanpun mengajarkan untuk selalu menebar kasih sayang kepada semua orang tanpa terkecuali. Anda bisa mempelajarinya dengan memahami ayat Alkitab tentang persahabatan agar bisa memiliki hubungan tersebut secara bermanfaat dan memberikan dampak positif. 3 yohanes 64:14 "Aku harap segera berjumpa dengan engkau dan berbicara berhadapan muka.
Ketikadia (Thalut) dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka berkata, "Kami tidak memiliki kekuatan lagi pada hari ini untuk melawan Jalut dan bala tentaranya." Mereka yang meyakini bahwa mereka kelak akan berjumpa dengan Allah berkata, "Betapa banyak kelompok kecil yang mampu mengalahkan kelompok besar atas
SYAHADATID - Nikmat yang paling agung yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya adalah bertemu langsung dengan-Nya. Ketika seorang hamba telah mendapatkan pahala ini maka tak ada nikmat lain yang lebih lezat lagi. Ragib al-Asfihani dalam kitab Al Dzari'ah ila Makarim as-Syariah menjelaskan bahwa Untuk mendapatkan nikmat yang besar ini seorang hamba harus melakukan empat hal ini:
KutipanAyat Al Quran: Mengharap Berjumpa Dengan Allah - Al Kahfi 110 (@Amir Hamzah 2576 )#amirhamzah2576 #kutipanayatalquran
N2b58. Setelah bertemu dengan rasul-rasul yang mulia, Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam melanjutkan perjalanan agungnya menuju perjumpaan dengan penguasa alam semesta, Allah Subhanahu wa Taโala. Tentu kondisi perjalanan ini tak terbayang di akal manusia. Bayangkan! Bagaimana degup jantung seseorang kala hendak berjumpa kepala negara atau seorang raja? Apalagi berjumpa dengan raja diraja, penguasa alam semesta, Allah Subhanahu wa Taโala. Renungkan sejenak, bagaimana kiranya keadaan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tatkala Jibril mengabarkan tiba saatnya menghadap Rabbul Izzati wal Jalal? Lalu dalam pertemuan ini, apakah Rasulullah melihat Allah Taโala? Mari kita baca cuplikan kisahnya berikut ini. Pertemuan Dengan Allah Azza wa Jalla Setelah menyebutkan tentang Sidratul Muntaha, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membacakan ayat, ููุฃูููุญูู ุงูููู ุฅูููููู ู
ูุง ุฃูููุญูู โLalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya Muhammad apa yang telah Allah wahyukan.โ [Quran An-Najm 10]. Kemudian disebutkan tentang kisah diwajibkan shalat. Imam al-Bukhari mengatakan, ููุงู ุงูุจุฎุงุฑู ุญุฏุซูุง ุนุจุฏ ุงูุนุฒูุฒ ุจู ุนุจุฏ ุงูููุ ุญุฏุซูู ุณููู
ุงูุ ุนู ุดุฑูู ุจู ุนุจุฏ ุงููู ุฃูู ูุงู ุณู
ุนุช ุฃูุณ ุจู ู
ุงูู ุฑุถู ุงููู ุนูู ูููู โุญูุชููู ุฌูุงุกู ุจููู ุณูุฏูุฑูุฉู ุงููู
ูููุชููููุ ููุฏูููุง ุงููุฌูุจููุงุฑู ุชูุจูุงุฑููู ููุชูุนูุงููู ููุชูุฏูููููุ ุญูุชููู ููุงูู ู
ููููู ููุงุจู ููููุณููููู ุฃููู ุฃูุฏููููุ ููุฃูููุญูู ุฅููููููู ู
ูุง ุดูุงุกู ูููู
ูุง ุฃูููุญูู ุฎูู
ูุณูููู ุตููุงูุฉู ุนูููู ุฃูู
ููุชููู ููููู ููููู
ู ููููููููุฉู ..โ โAbdul Aziz bin Abdullah menuturkan kepadaku dari Sulaiman dari Syarik bin Abdullah bahwa ia berkata, Aku mendengar Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata, Saat Nabi dihantarkan ke Sidratul Muntaha, Allah Yang Maha Perkasa Tabaraka wa Taโala mendekat. Sehingga Dia menjadi dekat dengannya. Sampai-sampai jarak Nabi dengan-Nya sejarak dua ujung busur panah bahkan lebih dekat lagi. Allah memberikan wahyu yang dikehendaki-Nya. Antara lain ialah, Dia wajibkan lima puluh kali shalat setiap siang dan malam hari atas umatnyaโ.โ HR. al-Bukhari dalam Kitab at-Tauhid, 7079. Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, ููููุฏู ุฃูุฎูุฑูุฌู ุงูุฃูู
ูููููู ููู ู
ูุบูุงุฒููููุ ููู
ููู ุทูุฑูููููู ุงููุจููููููููููุ ุนููู ู
ูุญูู
ููุฏู ุจููู ุนูู
ูุฑููุ ุนููู ุฃูุจูู ุณูููู
ูุฉูุ ุนููู ุงุจู ุนุจุงุณ ููู ูููููููู ุชูุนูุงููู {ููููููุฏู ุฑูุขูู ููุฒูููุฉู ุฃูุฎูุฑูู} [ุงููุฌู
13]ุ ููุงูู โุฏูููุง ู
ููููู ุฑูุจููููโ. ููููุฐูุง ุณูููุฏู ุญูุณูููุ ูููููู ุดูุงููุฏู ููููููู ููุฑูููุงููุฉู ุดูุฑูููู โDikeluarkan oleh al-Umawi dalam Maghazinya dari jalan al-Baihaqi. Dari Muhammad bin Amr, dari Abi Salamah, dari Ibnu Abbas ketika menafsirkan firman Allah Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu dalam rupanya yang asli pada waktu yang lainโ. [Quran An-Najm 13]. Ibnu Abbas berkata, Rabbnya mendekat kepadanyaโ. Sanad ini hasan. Dan ia menjadi poin penguat dari riwayat Syarik. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, 13/484. Sebagian ulama tidak sependapat dengan riwayat ููุฏูููุง ุงููุฌูุจููุงุฑู โAllah al-Jabbar mendekatโ. Mereka yang tidak sepakat di antaranya Abu Sulaiman al-Khattabi dan Ibnu Hazm. Mereka menuduh Syarik bin Abdullah keliru dalam haditsnya. Padahal Syarik adalah perawi yang terpercaya. Bahkan mereka lebih jauh lagi, mereka kritik Anas bin Malik, al-Bukhari, dikarenakan mereka ingin mensucikan Allah dari sifat mendekat, sampai kedekatan tersebut seperti dua ujung busur. Tentu kita katakan, Allah Taโala melakukan apa yang Dia kehendaki. Akal kita yang terbatas tidak mampu menalarnya. Pemahaman kita yang lemah tidak mampu membayangkannya. Tidak mungkin kita bisa memahami yang terjadi itu seperti apa. Allah Taโala mengabarkan apa yang Dia lakukan lewat kitab-Nya dan penjelasan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam. Kewajiban kita adalah menerimanya. Bukan menanyakan bagaimananya. Atau memisalkannya. Dan kita tidak boleh menolak kabar tersebut. Tentang Allah mendekat yang disebutkan dalam hadits, sebenarnya masalah ini bukan sesuatu yang aneh dan asing. Karena banyak hadits-hadits lain yang menceritakan tentang keadaan yang mirip. Seperti sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari ููููุฒููู ุฑูุจููููุง ุชูุจูุงุฑููู ููุชูุนูุงููู ููููู ููููููุฉู ุฅูููู ุงูุณููู
ูุงุกู ุงูุฏููููููุง ุญูููู ููุจูููู ุซูููุซู ุงูููููููู ุงูุขุฎูุฑู โRabb kita Tabaraka wa Taโala turun ke langit dunia setiap malam. Di waktu tersisa sepertiga malam akhirโฆโ HR. al-Bukhari 1094. Juga dalam riwayat al-Bukhari, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan tentang keadaan orang-orang beriman pada hari kiamat. ููููุฃูุชููููู
ู ุงูููู ููู ุงูุตูููุฑูุฉู ุงูููุชูู ููุนูุฑููููููุ ููููููููู ุฃูููุง ุฑูุจููููู
ู. ูููููููููููู ุฃูููุชู ุฑูุจููููุง. ููููุชูุจูุนูููููู โAllah kelak akan mendatangi orang-orang beriman dalam wajah yang mereka kenali. Allah berfirman, Aku adalah Rabb kalianโ. Mereka menjawab, Engkau Rabb kamiโ. Kemudian mereka mengikuti-Nyaโ. Sikap kita terhadap hadits โAllah mendekatโฆโ sama seperti menyikapi hadits-hadits ini. Menerimanya tanpa menolak. Tidak membagaimanakannya. Dan tidak memisalkannya. Tidak bertanya, Bagaimana Allah turun ke langit dunia? Bagaimana Dia datang? Bagaimana orang-orang beriman mengikutinya? Karena akal kita tidak akan mampu menjangkaunya. Perjalanan Luar Biasa Perjalanan yang dialami Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ini adalah kesempatan satu-satunya yang terjadi pada hidup beliau. Perjalanan tanpa didampingi Malaikat Jibril alaihissalam. Jarak dan tingkatan yang beliau capai, tak pernah dicapai oleh satu makhluk pun. Baik dari kalangan malaikat maupun manusia. Dimana pertemuan ini terjadi? Allahu aโlam. Apakah di langit ketujuh? Allahu aโlam. Tidak ada dalil yang menjelaskan hal tersebut. Sehingga kewajiban kita hanyalah menerima. Tidak menerka-nerka. Membayangkan firman Allah ini saja kita tak sanggup ููุณูุนู ููุฑูุณูููููู ุงูุณููู
ูุงููุงุชู ููุงูุฃูุฑูุถู โKursi Allah meliputi langit dan bumiโ [Quran Al-Baqarah 255] Diriwayatkan dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ู
ูุง ุงูุณููู
ูุงููุงุชู ุงูุณููุจูุนู ููู ุงููููุฑูุณูููู ุฅููุงูู ููุญูููููุฉู ููู ุฃูุฑูุถู ูููุงูุฉูุ ููููุถููู ุงููุนูุฑูุดู ุนูููู ุงููููุฑูุณูููู ููููุถููู ุชููููู ุงูููููุงูุฉู ุนูููู ุชููููู ุงููุญูููููุฉู โTidaklah tujuh langit dibandingkan kursi Allah kecuali seperti cincin yang dilemparkan di tanah lapang, dan besarnya Arasy dibandingkan kursi adalah seperti tanah lapang dibandingkan dengan cincin.โ HR. Ibnu Hibban 361, al-Baihaqi Bab al-Asma wa ash-Shifat 2/300, Jamiโ al-Bayan 5/399, dan dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah, 109. Apakah Nabi Muhammad Melihat Allah? Ada perbedaan pandangan ulama dalam permasalahan ini. Namun pendapat yang benar adalah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak melihat Allah. Pendapat ini berdasarkan hadits riwayat al-Bukhari dari Masruq. Masruq bertanya kepada Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anhu. ููุง ุฃูู
ููุชูุงููุ ูููู ุฑูุฃูู ู
ูุญูู
ููุฏู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฑูุจููููุ ููููุงููุชู ููููุฏู ููููู ุดูุนูุฑูู ู
ูู
ููุง ููููุชูุ ุฃููููู ุฃูููุชู ู
ููู ุซููุงูุซูุ ู
ููู ุญูุฏููุซูููููููู ููููุฏู ููุฐูุจู ู
ููู ุญูุฏููุซููู ุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฑูุฃูู ุฑูุจูููู ููููุฏู ููุฐูุจู. ุซูู
ูู ููุฑูุฃูุชู {ูุงู ุชูุฏูุฑููููู ุงูุฃูุจูุตูุงุฑู ูููููู ููุฏูุฑููู ุงูุฃูุจูุตูุงุฑู ูููููู ุงููููุทูููู ุงูุฎูุจููุฑู} [ุงูุฃูุนุงู
103]ุ {ููู
ูุง ููุงูู ููุจูุดูุฑู ุฃููู ูููููููู
ููู ุงูููู ุฅููุงูู ููุญูููุง ุฃููู ู
ููู ููุฑูุงุกู ุญูุฌูุงุจู} [ุงูุดูุฑู 51]. ููู
ููู ุญูุฏููุซููู ุฃูููููู ููุนูููู
ู ู
ูุง ููู ุบูุฏู ููููุฏู ููุฐูุจู. ุซูู
ูู ููุฑูุฃูุชู {ููู
ูุง ุชูุฏูุฑูู ููููุณู ู
ูุงุฐูุง ุชูููุณูุจู ุบูุฏูุง} [ููู
ุงู 34]. ููู
ููู ุญูุฏููุซููู ุฃูููููู ููุชูู
ู ููููุฏู ููุฐูุจู. ุซูู
ูู ููุฑูุฃูุชู {ููุง ุฃููููููุง ุงูุฑููุณูููู ุจููููุบู ู
ูุง ุฃูููุฒููู ุฅููููููู ู
ููู ุฑูุจูููู} [ุงูู
ุงุฆุฏุฉ 67] ุงูุขููุฉูุ ููููููููููู โุฑูุฃูู ุฌูุจูุฑูููู ุนููููููู ุงูุณูููุงูู
ู ููู ุตููุฑูุชููู ู
ูุฑููุชููููู โWahai Ibu, apakah benar Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah melihat Rabbnya?โ. Aisyah menjawab, โSungguh buluku berdiri merinding dengan apa yang kau tanyakan. Tiga perkara, yang barang siapa mengatakannya kepadamu, maka sungguh ia telah berdusta. 1 Siapa mengatakan padamu bahwa Muhammad shallallahu alaihi wa sallam pernah melihat Rabbnya, ia telah berdusta. Lalu Aisyah membaca ayat; Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Al Anโam 103. Dan tidak mungkin bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir. As Syura 51. 2 Siapa yang mengatakan padamu bahwa beliau mengetahui apa yang akan terjadi pada hari esok, ia telah berdusta. Lalu Aisyah membaca ayat; Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok. Luqman 34. Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa beliau menyembunyikan sesuatu, ia telah berdusta. Lalu Aisyah membaca ayat; Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Al Maidah; 67. Hanya saja beliau pernah melihat wujud asli Jibril dua kali.โ HR. al-Bukhari dalam Kitab at-Tafsir, 4574. Dalam riwayat Muslim ูุนูุฏ ู
ุณูู
ุนููู ู
ูุณูุฑููููุ ููุงูู ููููุชู ู
ูุชููููุฆูุง ุนูููุฏู ุนูุงุฆูุดูุฉูุ ููููุงููุชู ููุง ุฃูุจูุง ุนูุงุฆูุดูุฉูุ ุซููุงูุซู ู
ููู ุชููููููู
ู ุจูููุงุญูุฏูุฉู ู
ูููููููู ููููุฏู ุฃูุนูุธูู
ู ุนูููู ุงูููู ุงููููุฑูููุฉู. ููููุชู ู
ูุง ูููููุ ููุงููุชู ู
ููู ุฒูุนูู
ู ุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฑูุฃูู ุฑูุจูููู ููููุฏู ุฃูุนูุธูู
ู ุนูููู ุงูููู ุงููููุฑูููุฉู. ููุงูู ููููููุชู ู
ูุชููููุฆูุง ููุฌูููุณูุชูุ ููููููุชู ููุง ุฃูู
ูู ุงูู
ูุคูู
ููููููุ ุฃูููุธูุฑูููููุ ูููุงู ุชูุนูุฌูููููููุ ุฃูููู
ู ูููููู ุงูููู ุนุฒ ูุฌู {ููููููุฏู ุฑูุขูู ุจูุงูุฃููููู ุงููู
ูุจูููู} [ุงูุชูููุฑ 23]ุ {ููููููุฏู ุฑูุขูู ููุฒูููุฉู ุฃูุฎูุฑูู} [ุงููุฌู
13]ุ ููููุงููุชู ุฃูููุง ุฃูููููู ููุฐููู ุงูุฃูู
ููุฉู ุณูุฃููู ุนููู ุฐููููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุ ููููุงูู โุฅููููู
ูุง ูููู ุฌูุจูุฑููููุ ููู
ู ุฃูุฑููู ุนูููู ุตููุฑูุชููู ุงูููุชูู ุฎููููู ุนูููููููุง ุบูููุฑู ููุงุชููููู ุงููู
ูุฑููุชูููููุ ุฑูุฃูููุชููู ู
ูููููุจูุทูุง ู
ููู ุงูุณููู
ูุงุกู ุณูุงุฏููุง ุนูุธูู
ู ุฎููููููู ู
ูุง ุจููููู ุงูุณููู
ูุงุกู ุฅูููู ุงูุฃูุฑูุถูโ. ููููุงููุชู ุฃููู ููู
ู ุชูุณูู
ูุนู ุฃูููู ุงูููู ููููููู {ูุงู ุชูุฏูุฑููููู ุงูุฃูุจูุตูุงุฑู ูููููู ููุฏูุฑููู ุงูุฃูุจูุตูุงุฑู ูููููู ุงููููุทูููู ุงููุฎูุจููุฑู} [ุงูุฃูุนุงู
103]ุ! ุฃููู ููู
ู ุชูุณูู
ูุนู ุฃูููู ุงูููู ููููููู {ููู
ูุง ููุงูู ููุจูุดูุฑู ุฃููู ูููููููู
ููู ุงูููู ุฅููุงูู ููุญูููุง ุฃููู ู
ููู ููุฑูุงุกู ุญูุฌูุงุจู ุฃููู ููุฑูุณููู ุฑูุณูููุงู ูููููุญููู ุจูุฅูุฐููููู ู
ูุง ููุดูุงุกู ุฅูููููู ุนูููููู ุญููููู
ู} [ุงูุดูุฑู 51]ุุ ููุงููุชู ููู
ููู ุฒูุนูู
ู ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููุชูู
ู ุดูููุฆูุง ู
ููู ููุชูุงุจู ุงููููุ ููููุฏู ุฃูุนูุธูู
ู ุนูููู ุงูููู ุงููููุฑูููุฉูุ ููุงูููู ููููููู {ููุง ุฃููููููุง ุงูุฑููุณูููู ุจููููุบู ู
ูุง ุฃูููุฒููู ุฅููููููู ู
ููู ุฑูุจูููู ููุฅููู ููู
ู ุชูููุนููู ููู
ูุง ุจููููุบูุชู ุฑูุณูุงููุชููู} [ุงูู
ุงุฆุฏุฉ 67]ุ ููุงููุชู ููู
ููู ุฒูุนูู
ู ุฃูููููู ููุฎูุจูุฑู ุจูู
ูุง ููููููู ููู ุบูุฏูุ ููููุฏู ุฃูุนูุธูู
ู ุนูููู ุงูููู ุงููููุฑูููุฉูุ ููุงูููู ููููููู {ูููู ูุงู ููุนูููู
ู ู
ููู ููู ุงูุณููู
ูุงููุงุชู ููุงูุฃูุฑูุถู ุงููุบูููุจู ุฅููุงูู ุงูููู} [ุงููู
ู 65] [12]. ูุฃูุถุญ ู
ู ุฐูู ู
ุง ุฑูุงู ู
ุณูู
ุนููู ุฃูุจูู ุฐูุฑููุ ููุงูู ุณูุฃูููุชู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูููู ุฑูุฃูููุชู ุฑูุจููููุ ููุงูู โูููุฑู ุฃููููู ุฃูุฑูุงููโ [13]. Dari Masruq rahimahullah, ia berkata, โDulu aku berada di sisi Aisyah.โ Aisyah mengatakan, โHai Abu Aisyah, ada tiga hal yang kalau salah seorang dari mereka menbicarakan salah satunya saja dari yang tiga itu, maka sesungguhnya ia telah mengadakan dusta yang paling besat terhadap Allahโ. Aku Masruq mengatakan, Apa itu? Kata Aisyah, โBarangsiapa yang mengira bahwa Muhammad shallallahu alaihi wa sallam pernah melihat Tuhannya, maka sesungguhnya ia telah mengadakan dusta yang paling besar terhadap Allahโ. Masruq berkata, โTadinya aku bersandar, lalu aku duduk dan mengatakan, โWahai Ummul Mukminin, sebentar, jangan terburu-buru. Bukankah dengan firman Allah Azza wa Jalla โDan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.โ Qs. At Takwir 8123 โDan sesungguhnya Muhammad telah melihatnya Jibril itu dalam rupanya yang asli pada waktu yang lainโ. Qs. An Najm 5313. Lalu Aisyah mengatakan, โAku adalah yang pertama kali dari umat ini bertanya tentang ayat itu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda Sesungguhnya ia adalah Jibril, yang belum pernah aku melihatnya dengan wujud aslinya sebagaimana ia diciptakan kecuali hanya dua kali itu saja. Aku melihatnya turun dari langit, keagungan penciptaannya meliputi antara langit dan bumi sangat indah sekali.โ Aisyah berkata, โApakah belum engkau dengar bahwa Allah berfirman, โDia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahuiโ. Qs. Al Anโaam 6103, Apakah belum juga engkau dengar bahwa Allah berfirman, โDan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan malaikat lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksanaโ Qs. Asy Syuuraa 4251. Kata Aisyah, Barangsiapa mengira bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyembunyikan sesuatu dari Kitab Allah Alquran, maka sesungguhnya ia telah mengadakan dusta yang paling besar terhadap Allah, Allah berfirman, โHai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan apa yang diperintahkan itu, berarti kamu tidak menyampaikan amanah-Nyaโ. Qs. Al Maa-idah 567.โ Ia berkata lagi, โDan barangsiapa yang mengira bahwa Muhammad dapat memberitahukan tentang apa yang terjadi besok, maka sesungguhnya ia telah mengadakan dusta yang paling besar terhadap Allah, dan Allah berfirman, โKatakanlah โTidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allahโ, Qs. An Naml 2765.โ HR. Muslim no. 259. Dalam riwayat Muslim dari Abdullah bin Syaqiq, aku bertanya kepada Abu Dzar ูููู ุฑูุฃูููุชู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุณูุฃูููุชููู. ููููุงูู ุนููู ุฃูููู ุดูููุกู ููููุชู ุชูุณูุฃูููููุ ููุงูู ููููุชู ุฃูุณูุฃููููู ูููู ุฑูุฃูููุชู ุฑูุจููููุ ููุงูู ุฃูุจููู ุฐูุฑูู ููุฏู ุณูุฃูููุชู ููููุงูู ุฑูุฃูููุชู ููููุฑูุง. ุฑูุงู ู
ุณูู
โKalau aku sempat bertemu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sungguh aku akan bertanya. Abu Dzar balik bertanya, โApa yang akan kau tanyakan?โ Aku akan bertanya, โApakah beliau melihat Rabbnya?โ Abu Dzar pun berkata, โSungguh aku telah bertanya kepada beliau shallallahu alaihi wa sallam. Beliau menjawab, Aku melihat cahayaโ.โ HR. Muslim dalam Kitab al-Iman, 178. Dengan demikian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melihat cahaya. Cahaya itu menghalangi pandangan beliau dari Allah Azza wa Jalla. Tapi, beliau mendengar firman Allah Subhanahu wa Taโala. Apa yang Allah bicarakan kepada beliau? Allah memberi beliau wahyu tentang kewajiban shalat. Sumber โ Oleh Nurfitri Hadi nfhadi07, Artikel Read more
Setelah bertemu dengan rasul-rasul yang mulia, Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam melanjutkan perjalanan agungnya menuju perjumpaan dengan penguasa alam semesta, Allah Subhanahu wa Taโala. Tentu kondisi perjalanan ini tak terbayang di akal manusia. Bayangkan! Bagaimana degup jantung seseorang kala hendak berjumpa kepala negara atau seorang raja? Apalagi berjumpa dengan raja diraja, penguasa alam semesta, Allah Subhanahu wa Taโala. Renungkan sejenak, bagaimana kiranya keadaan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tatkala Jibril mengabarkan tiba saatnya menghadap Rabbul Izzati wal Jalal? Lalu dalam pertemuan ini, apakah Rasulullah melihat Allah Taโala? Mari kita baca cuplikan kisahnya berikut ini. Pertemuan Dengan Allah Azza wa Jalla Setelah menyebutkan tentang Sidratul Muntaha, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membacakan ayat, ููุฃูููุญูู ุงูููู ุฅูููููู ู
ูุง ุฃูููุญูู โLalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya Muhammad apa yang telah Allah wahyukan.โ [Quran An-Najm 10] Kemudian disebutkan tentang kisah diwajibkan shalat. Imam al-Bukhari mengatakan, ููุงู ุงูุจุฎุงุฑู ุญุฏุซูุง ุนุจุฏ ุงูุนุฒูุฒ ุจู ุนุจุฏ ุงูููุ ุญุฏุซูู ุณููู
ุงูุ ุนู ุดุฑูู ุจู ุนุจุฏ ุงููู ุฃูู ูุงู ุณู
ุนุช ุฃูุณ ุจู ู
ุงูู ุฑุถู ุงููู ุนูู ูููู โุญูุชููู ุฌูุงุกู ุจููู ุณูุฏูุฑูุฉู ุงููู
ูููุชููููุ ููุฏูููุง ุงููุฌูุจููุงุฑู ุชูุจูุงุฑููู ููุชูุนูุงููู ููุชูุฏูููููุ ุญูุชููู ููุงูู ู
ููููู ููุงุจู ููููุณููููู ุฃููู ุฃูุฏููููุ ููุฃูููุญูู ุฅููููููู ู
ูุง ุดูุงุกู ูููู
ูุง ุฃูููุญูู ุฎูู
ูุณูููู ุตููุงูุฉู ุนูููู ุฃูู
ููุชููู ููููู ููููู
ู ููููููููุฉู ..โ . โAbdul Aziz bin Abdullah menuturkan kepadaku dari Sulaiman dari Syarik bin Abdullah bahwa ia berkata, Aku mendengar Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata, Saat Nabi dihantarkan ke Sidratul Muntaha, Allah Yang Maha Perkasa Tabaraka wa Taโala mendekat. Sehingga Dia menjadi dekat dengannya. Sampai-sampai jarak Nabi dengan-Nya sejarak dua ujung busur panah bahkan lebih dekat lagi. Allah memberikan wahyu yang dikehendaki-Nya. Antara lain ialah, Dia wajibkan lima puluh kali shalat setiap siang dan malam hari atas umatnyaโ.โ HR. al-Bukhari dalam Kitab at-Tauhid, 7079. Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, ููููุฏู ุฃูุฎูุฑูุฌู ุงูุฃูู
ูููููู ููู ู
ูุบูุงุฒููููุ ููู
ููู ุทูุฑูููููู ุงููุจููููููููููุ ุนููู ู
ูุญูู
ููุฏู ุจููู ุนูู
ูุฑููุ ุนููู ุฃูุจูู ุณูููู
ูุฉูุ ุนููู ุงุจู ุนุจุงุณ ููู ูููููููู ุชูุนูุงููู {ููููููุฏู ุฑูุขูู ููุฒูููุฉู ุฃูุฎูุฑูู} [ุงููุฌู
13]ุ ููุงูู โุฏูููุง ู
ููููู ุฑูุจููููโ. ููููุฐูุง ุณูููุฏู ุญูุณูููุ ูููููู ุดูุงููุฏู ููููููู ููุฑูููุงููุฉู ุดูุฑูููู โDikeluarkan oleh al-Umawi dalam Maghazinya dari jalan al-Baihaqi. Dari Muhammad bin Amr, dari Abi Salamah, dari Ibnu Abbas ketika menafsirkan firman Allah Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu dalam rupanya yang asli pada waktu yang lainโ. [Quran An-Najm 13]. Ibnu Abbas berkata, Rabbnya mendekat kepadanyaโ. Sanad ini hasan. Dan ia menjadi poin penguat dari riwayat Syarik. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, 13/484. Sebagian ulama tidak sependapat dengan riwayat ููุฏูููุง ุงููุฌูุจููุงุฑู โAllah al-Jabbar mendekat.โ Mereka yang tidak sepakat di antaranya Abu Sulaiman al-Khattabi dan Ibnu Hazm. Mereka menuduh Syarik bin Abdullah keliru dalam haditsnya. Padahal Syarik adalah perawi yang terpercaya. Bahkan mereka lebih jauh lagi, mereka kritik Anas bin Malik, al-Bukhari, dikarenakan mereka ingin mensucikan Allah dari sifat mendekat, sampai kedekatan tersebut seperti dua ujung busur. Tentu kita katakan, Allah Taโala melakukan apa yang Dia kehendaki. Akal kita yang terbatas tidak mampu menalarnya. Pemahaman kita yang lemah tidak mampu membayangkannya. Tidak mungkin kita bisa memahami yang terjadi itu seperti apa. Allah Taโala mengabarkan apa yang Dia lakukan lewat kitab-Nya dan penjelasan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam. Kewajiban kita adalah menerimanya. Bukan menanyakan bagaimananya. Atau memisalkannya. Dan kita tidak boleh menolak kabar tersebut. Tentang Allah mendekat yang disebutkan dalam hadits, sebenarnya masalah ini bukan sesuatu yang aneh dan asing. Karena banyak hadits-hadits lain yang menceritakan tentang keadaan yang mirip. Seperti sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari ููููุฒููู ุฑูุจููููุง ุชูุจูุงุฑููู ููุชูุนูุงููู ููููู ููููููุฉู ุฅูููู ุงูุณููู
ูุงุกู ุงูุฏููููููุง ุญูููู ููุจูููู ุซูููุซู ุงูููููููู ุงูุขุฎูุฑู.. โRabb kita Tabaraka wa Taโala turun ke langit dunia setiap malam. Di waktu tersisa sepertiga malam akhirโฆโ HR. al-Bukhari 1094. Juga dalam riwayat al-Bukhari, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan tentang keadaan orang-orang beriman pada hari kiamat. ููููุฃูุชููููู
ู ุงูููู ููู ุงูุตูููุฑูุฉู ุงูููุชูู ููุนูุฑููููููุ ููููููููู ุฃูููุง ุฑูุจููููู
ู. ูููููููููููู ุฃูููุชู ุฑูุจููููุง. ููููุชูุจูุนูููููู.. โAllah kelak akan mendatangi orang-orang beriman dalam wajah yang mereka kenali. Allah berfirman, Aku adalah Rabb kalianโ. Mereka menjawab, Engkau Rabb kamiโ. Kemudian mereka mengikuti-Nya.โ Sikap kita terhadap hadits โAllah mendekatโฆโ sama seperti menyikapi hadits-hadits ini. Menerimanya tanpa menolak. Tidak membagaimanakannya. Dan tidak memisalkannya. Tidak bertanya, Bagaimana Allah turun ke langit dunia? Bagaimana Dia datang? Bagaimana orang-orang beriman mengikutinya? Karena akal kita tidak akan mampu menjangkaunya. Perjalanan Luar Biasa Perjalanan yang dialami Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ini adalah kesempatan satu-satunya yang terjadi pada hidup beliau. Perjalanan tanpa didampingi Malaikat Jibril alaihissalam. Jarak dan tingkatan yang beliau capai, tak pernah dicapai oleh satu makhluk pun. Baik dari kalangan malaikat maupun manusia. Dimana pertemuan ini terjadi? Allahu aโlam. Apakah di langit ketujuh? Allahu aโlam. Tidak ada dalil yang menjelaskan hal tersebut. Sehingga kewajiban kita hanyalah menerima. Tidak menerka-nerka. Membayangkan firman Allah ini saja kita tak sanggup ููุณูุนู ููุฑูุณูููููู ุงูุณููู
ูุงููุงุชู ููุงูุฃูุฑูุถู โKursi Allah meliputi langit dan bumi.โ [Quran Al-Baqarah 255] Diriwayatkan dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ู
ูุง ุงูุณููู
ูุงููุงุชู ุงูุณููุจูุนู ููู ุงููููุฑูุณูููู ุฅููุงูู ููุญูููููุฉู ููู ุฃูุฑูุถู ูููุงูุฉูุ ููููุถููู ุงููุนูุฑูุดู ุนูููู ุงููููุฑูุณูููู ููููุถููู ุชููููู ุงูููููุงูุฉู ุนูููู ุชููููู ุงููุญูููููุฉู โTidaklah tujuh langit dibandingkan kursi Allah kecuali seperti cincin yang dilemparkan di tanah lapang, dan besarnya Arasy dibandingkan kursi adalah seperti tanah lapang dibandingkan dengan cincin.โ HR. Ibnu Hibban 361, al-Baihaqi Bab al-Asma wa ash-Shifat 2/300, Jamiโ al-Bayan 5/399, dan dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah, 109. Apakah Nabi Muhammad Melihat Allah? Ada perbedaan pandangan ulama dalam permasalahan ini. Namun pendapat yang benar adalah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak melihat Allah. Pendapat ini berdasarkan hadits riwayat al-Bukhari dari Masruq. Masruq bertanya kepada Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anhu. ููุง ุฃูู
ููุชูุงููุ ูููู ุฑูุฃูู ู
ูุญูู
ููุฏู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฑูุจููููุ ููููุงููุชู ููููุฏู ููููู ุดูุนูุฑูู ู
ูู
ููุง ููููุชูุ ุฃููููู ุฃูููุชู ู
ููู ุซููุงูุซูุ ู
ููู ุญูุฏููุซูููููููู ููููุฏู ููุฐูุจู ู
ููู ุญูุฏููุซููู ุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฑูุฃูู ุฑูุจูููู ููููุฏู ููุฐูุจู. ุซูู
ูู ููุฑูุฃูุชู {ูุงู ุชูุฏูุฑููููู ุงูุฃูุจูุตูุงุฑู ูููููู ููุฏูุฑููู ุงูุฃูุจูุตูุงุฑู ูููููู ุงููููุทูููู ุงูุฎูุจููุฑู} [ุงูุฃูุนุงู
103]ุ {ููู
ูุง ููุงูู ููุจูุดูุฑู ุฃููู ูููููููู
ููู ุงูููู ุฅููุงูู ููุญูููุง ุฃููู ู
ููู ููุฑูุงุกู ุญูุฌูุงุจู} [ุงูุดูุฑู 51]. ููู
ููู ุญูุฏููุซููู ุฃูููููู ููุนูููู
ู ู
ูุง ููู ุบูุฏู ููููุฏู ููุฐูุจู. ุซูู
ูู ููุฑูุฃูุชู {ููู
ูุง ุชูุฏูุฑูู ููููุณู ู
ูุงุฐูุง ุชูููุณูุจู ุบูุฏูุง} [ููู
ุงู 34]. ููู
ููู ุญูุฏููุซููู ุฃูููููู ููุชูู
ู ููููุฏู ููุฐูุจู. ุซูู
ูู ููุฑูุฃูุชู {ููุง ุฃููููููุง ุงูุฑููุณูููู ุจููููุบู ู
ูุง ุฃูููุฒููู ุฅููููููู ู
ููู ุฑูุจูููู} [ุงูู
ุงุฆุฏุฉ 67] ุงูุขููุฉูุ ููููููููููู โุฑูุฃูู ุฌูุจูุฑูููู ุนููููููู ุงูุณูููุงูู
ู ููู ุตููุฑูุชููู ู
ูุฑููุชููููู โWahai Ibu, apakah benar Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah melihat Rabbnya?โ Aisyah menjawab, โSungguh buluku berdiri merinding dengan apa yang kau tanyakan. Tiga perkara, yang barang siapa mengatakannya kepadamu, maka sungguh ia telah berdusta. 1 Siapa mengatakan padamu bahwa Muhammad shallallahu alaihi wa sallam pernah melihat Rabbnya, ia telah berdusta. Lalu Aisyah membaca ayat; Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Al Anโam 103. Dan tidak mungkin bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir. As Syura 51. 2 Siapa yang mengatakan padamu bahwa beliau mengetahui apa yang akan terjadi pada hari esok, ia telah berdusta. Lalu Aisyah membaca ayat; Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok. Luqman 34. Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa beliau menyembunyikan sesuatu, ia telah berdusta. Lalu Aisyah membaca ayat; Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Al Maidah; 67. Hanya saja beliau pernah melihat wujud asli Jibril dua kali.โ HR. al-Bukhari dalam Kitab at-Tafsir, 4574. Dalam riwayat Muslim ูุนูุฏ ู
ุณูู
ุนููู ู
ูุณูุฑููููุ ููุงูู ููููุชู ู
ูุชููููุฆูุง ุนูููุฏู ุนูุงุฆูุดูุฉูุ ููููุงููุชู ููุง ุฃูุจูุง ุนูุงุฆูุดูุฉูุ ุซููุงูุซู ู
ููู ุชููููููู
ู ุจูููุงุญูุฏูุฉู ู
ูููููููู ููููุฏู ุฃูุนูุธูู
ู ุนูููู ุงูููู ุงููููุฑูููุฉู. ููููุชู ู
ูุง ูููููุ ููุงููุชู ู
ููู ุฒูุนูู
ู ุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฑูุฃูู ุฑูุจูููู ููููุฏู ุฃูุนูุธูู
ู ุนูููู ุงูููู ุงููููุฑูููุฉู. ููุงูู ููููููุชู ู
ูุชููููุฆูุง ููุฌูููุณูุชูุ ููููููุชู ููุง ุฃูู
ูู ุงูู
ูุคูู
ููููููุ ุฃูููุธูุฑูููููุ ูููุงู ุชูุนูุฌูููููููุ ุฃูููู
ู ูููููู ุงูููู ุนุฒ ูุฌู {ููููููุฏู ุฑูุขูู ุจูุงูุฃููููู ุงููู
ูุจูููู} [ุงูุชูููุฑ 23]ุ {ููููููุฏู ุฑูุขูู ููุฒูููุฉู ุฃูุฎูุฑูู} [ุงููุฌู
13]ุ ููููุงููุชู ุฃูููุง ุฃูููููู ููุฐููู ุงูุฃูู
ููุฉู ุณูุฃููู ุนููู ุฐููููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุ ููููุงูู โุฅููููู
ูุง ูููู ุฌูุจูุฑููููุ ููู
ู ุฃูุฑููู ุนูููู ุตููุฑูุชููู ุงูููุชูู ุฎููููู ุนูููููููุง ุบูููุฑู ููุงุชููููู ุงููู
ูุฑููุชูููููุ ุฑูุฃูููุชููู ู
ูููููุจูุทูุง ู
ููู ุงูุณููู
ูุงุกู ุณูุงุฏููุง ุนูุธูู
ู ุฎููููููู ู
ูุง ุจููููู ุงูุณููู
ูุงุกู ุฅูููู ุงูุฃูุฑูุถูโ. ููููุงููุชู ุฃููู ููู
ู ุชูุณูู
ูุนู ุฃูููู ุงูููู ููููููู {ูุงู ุชูุฏูุฑููููู ุงูุฃูุจูุตูุงุฑู ูููููู ููุฏูุฑููู ุงูุฃูุจูุตูุงุฑู ูููููู ุงููููุทูููู ุงููุฎูุจููุฑู} [ุงูุฃูุนุงู
103]ุ! ุฃููู ููู
ู ุชูุณูู
ูุนู ุฃูููู ุงูููู ููููููู {ููู
ูุง ููุงูู ููุจูุดูุฑู ุฃููู ูููููููู
ููู ุงูููู ุฅููุงูู ููุญูููุง ุฃููู ู
ููู ููุฑูุงุกู ุญูุฌูุงุจู ุฃููู ููุฑูุณููู ุฑูุณูููุงู ูููููุญููู ุจูุฅูุฐููููู ู
ูุง ููุดูุงุกู ุฅูููููู ุนูููููู ุญููููู
ู} [ุงูุดูุฑู 51]ุุ ููุงููุชู ููู
ููู ุฒูุนูู
ู ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููุชูู
ู ุดูููุฆูุง ู
ููู ููุชูุงุจู ุงููููุ ููููุฏู ุฃูุนูุธูู
ู ุนูููู ุงูููู ุงููููุฑูููุฉูุ ููุงูููู ููููููู {ููุง ุฃููููููุง ุงูุฑููุณูููู ุจููููุบู ู
ูุง ุฃูููุฒููู ุฅููููููู ู
ููู ุฑูุจูููู ููุฅููู ููู
ู ุชูููุนููู ููู
ูุง ุจููููุบูุชู ุฑูุณูุงููุชููู} [ุงูู
ุงุฆุฏุฉ 67]ุ ููุงููุชู ููู
ููู ุฒูุนูู
ู ุฃูููููู ููุฎูุจูุฑู ุจูู
ูุง ููููููู ููู ุบูุฏูุ ููููุฏู ุฃูุนูุธูู
ู ุนูููู ุงูููู ุงููููุฑูููุฉูุ ููุงูููู ููููููู {ูููู ูุงู ููุนูููู
ู ู
ููู ููู ุงูุณููู
ูุงููุงุชู ููุงูุฃูุฑูุถู ุงููุบูููุจู ุฅููุงูู ุงูููู} [ุงููู
ู 65] [12]. ูุฃูุถุญ ู
ู ุฐูู ู
ุง ุฑูุงู ู
ุณูู
ุนููู ุฃูุจูู ุฐูุฑููุ ููุงูู ุณูุฃูููุชู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูููู ุฑูุฃูููุชู ุฑูุจููููุ ููุงูู โูููุฑู ุฃููููู ุฃูุฑูุงููโ [13]. Dari Masruq rahimahullah, ia berkata, โDulu aku berada di sisi Aisyah.โ Aisyah mengatakan, โHai Abu Aisyah, ada tiga hal yang kalau salah seorang dari mereka menbicarakan salah satunya saja dari yang tiga itu, maka sesungguhnya ia telah mengadakan dusta yang paling besat terhadap Allah.โ Aku Masruq mengatakan, Apa itu? Kata Aisyah, โBarangsiapa yang mengira bahwa Muhammad shallallahu alaihi wa sallam pernah melihat Tuhannya, maka sesungguhnya ia telah mengadakan dusta yang paling besar terhadap Allah.โ Masruq berkata, โTadinya aku bersandar, lalu aku duduk dan mengatakan, โWahai Ummul Mukminin, sebentar, jangan terburu-buru. Bukankah dengan firman Allah Azza wa Jalla โDan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.โ Qs. At Takwir 8123 โDan sesungguhnya Muhammad telah melihatnya Jibril itu dalam rupanya yang asli pada waktu yang lainโ. Qs. An Najm 5313. Lalu Aisyah mengatakan, โAku adalah yang pertama kali dari umat ini bertanya tentang ayat itu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda Sesungguhnya ia adalah Jibril, yang belum pernah aku melihatnya dengan wujud aslinya sebagaimana ia diciptakan kecuali hanya dua kali itu saja. Aku melihatnya turun dari langit, keagungan penciptaannya meliputi antara langit dan bumi sangat indah sekali.โ Aisyah berkata, โApakah belum engkau dengar bahwa Allah berfirman, โDia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahuiโ. Qs. Al Anโaam 6103, Apakah belum juga engkau dengar bahwa Allah berfirman, โDan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan malaikat lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksanaโ Qs. Asy Syuuraa 4251. Kata Aisyah, Barangsiapa mengira bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyembunyikan sesuatu dari Kitab Allah Alquran, maka sesungguhnya ia telah mengadakan dusta yang paling besar terhadap Allah, Allah berfirman, โHai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan apa yang diperintahkan itu, berarti kamu tidak menyampaikan amanah-Nyaโ. Qs. Al Maa-idah 567.โ Ia berkata lagi, โDan barangsiapa yang mengira bahwa Muhammad dapat memberitahukan tentang apa yang terjadi besok, maka sesungguhnya ia telah mengadakan dusta yang paling besar terhadap Allah, dan Allah berfirman, โKatakanlah โTidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allahโ, Qs. An Naml 2765.โ HR. Muslim no. 259. Dalam riwayat Muslim dari Abdullah bin Syaqiq, aku bertanya kepada Abu Dzar ูููู ุฑูุฃูููุชู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุณูุฃูููุชููู. ููููุงูู ุนููู ุฃูููู ุดูููุกู ููููุชู ุชูุณูุฃูููููุ ููุงูู ููููุชู ุฃูุณูุฃููููู ูููู ุฑูุฃูููุชู ุฑูุจููููุ ููุงูู ุฃูุจููู ุฐูุฑูู ููุฏู ุณูุฃูููุชู ููููุงูู ุฑูุฃูููุชู ููููุฑูุง. ุฑูุงู ู
ุณูู
โKalau aku sempat bertemu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sungguh aku akan bertanya. Abu Dzar balik bertanya, โApa yang akan kau tanyakan?โ Aku akan bertanya, โApakah beliau melihat Rabbnya?โ Abu Dzar pun berkata, โSungguh aku telah bertanya kepada beliau shallallahu alaihi wa sallam. Beliau menjawab, Aku melihat cahayaโ.โ HR. Muslim dalam Kitab al-Iman, 178. Dengan demikian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melihat cahaya. Cahaya itu menghalangi pandangan beliau dari Allah Azza wa Jalla. Tapi, beliau mendengar firman Allah Subhanahu wa Taโala. Apa yang Allah bicarakan kepada beliau? Allah memberi beliau wahyu tentang kewajiban shalat. Sumber โ Oleh Nurfitri Hadi nfhadi07 Artikel KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI +62813 26 3333 28
Pertanyaan Di manakah Allah? Bisakah kita bertemu dengan Allah pada hari hisab? Teks Jawaban Alhamdulillah., segala puji bagi Allah. Dalil-dalil syariat dari kitab dan sunnah Nabi telah menunjukkan bahwa Allah Subhana wa Ta'ala berada di atas langit-Nya, bersemayam di atas Arsy-Nya dengan cara bersemayam yang layak bagi kemuliaan dan keagungan-Nya, sebagaimana Allah berfirman "Allah yang Rahman, Istiwa bersemayam di atas Arsy." Untuk lebih rinci lihat lagi pertanyaan no. 992. Adapun tentang pertemuan dan melihat Allah, maka pertemuan dengan Allah akan terjadi setelah mati pada hari kiamat. Demikian pula dengan melihat-Nya tidak akan terjadi, kecuali pada hari kiamat. Adapun pertemuan dengan Allah yang terjadi setelah mati, maka hal ini diterangkan dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam Bukhari Bab siapa yang mencintai pertemuan dengan Allah, maka Allah pun mencintai pertemuan dengannya. Dari Ubadah bin Shamit dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasalam, beliau berkata "Barangsiapa yang mencintai pertemuan dengan Allah, Allah pun mencintai pertemua dengannya, dan barangsiapa yang membenci pertemuan dengan Allah, Allah pun membenci pertemuan dengannya." Maka berkatalah Aisyah atau salah seorang istrinya "Kita semua membenci kematian." Beliau menjawab "Bukan begitu, akan tetapi seorang mukmin apabila akan didatangi oleh kematian, dia akan digembirakan dengan keridhaan Allah dan kemulian-Nya, maka tidak ada sesuatupun yang lebih dia cintai daripada masa depannya, lalu dia pun mencintai pertemuan dengan Allah dan Allah pun mencintai pertemuan dengannya. Adapun orang kafir apabila dia akan didatangi kematian, dia diberi kabar tentang adzab Allah dan siksanya, maka tidak ada yang lebih dia benci dibandingkan masa depannya, maka dia pun membenci pertemuan dengan Allah dan Allah pun membenci pertemuan dengannya." HR. Bukhari 6026 Sabda Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasalam "Maka tidak ada sesuatupun yang lebih dicintai daripada masa depannya," maksudnya masa depan setelah mati. Imam Muslim dan An-Nasa'i telah mengeluarkan hadits dari jalan Syuraih bin Hani', dia berkata "Maka aku mendatangi Aisyah, lalu aku berkata aku mendengar sebuah hadits, bila hal itu benar, maka binasalah kita, lalu dia menyebutkan dengan berkata "Tak ada seorangpun dari kita, kecuali pasti membenci kematian," maka berkatalah Aisyah "Hadits ini maksudnya bukanlah seperti yang kamu fahami, tetapi maksudnya bila mata sudah terbelalak, dada sudah tersengal, dan kulit sudah merinding, hal-hal tersebut terjadi ketika sekarat." Al-Khathabi berkata "Bertemu punya beberapa arti. Di antaranya melihat, atau bangkit, seperti firman Allah, "Orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah." Makna lainnya adalah 'kematian', seperti firman Allah, "Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Allah, maka waktu pertemuan Allah itu pasti datang." Dan firman-Nya "Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, pasti akan menemuimu." Dan pertemuan dengan Allah dalam hadits tersebut bukanlah kematian, berdasarkan dalil hadits Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasalam dalam riwayat lain, "Mati bukanlah pertemuan dengan Allah." Akan tetapi karena kematian merupakan jalan menuju pertemuan dengan Allah, maka mati sering diungkapkan "bertemu dengan Allah." Berkata Imam Abu Ubaid Al-Qasim bin Salam, "Maksud hadits ini bukanlah membenci kematian dengan kedahsyatannya, karena hal tersebut hampir-hampir dirasakan oleh semua orang, akan tetapi yang tercela dari hal itu adalah mengutamakan dunia dan cenderung kepadanya serta membenci berpindah menuju Allah dan negeri akhirat." Beliau berkata lagi "Di antara hal yang menjelaskan tersebut adalah bahwa Allah Ta'ala mencela satu kaum yang mencintai dunia . Allah berfirman "Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, dan ridha dengan kehidupan dunia dan merasa tenang dengan dunia" An-Nawawi berkata "Makna hadits ini adalah bahwa cinta dan benci menurut syari'at adalah yang teralami pada waktu sekarat pada saat tidak diterima lagi taubat, ketika dibuka dan ditampakkan bagi orang yang sekarat apa-apa yang akan dialaminya. Di dalam hadits ini terdapat penjelasan bahwa membenci kematian pada waktu sehat harus dirinci. Maka barangsiapa yang membenci kematian karena lebih mengutamakan kehidupan dibanding memperhatikan nasib setelah mati berupa kenikmatan akhirat maka dia tercela. Dan barangsiapa yang membenci kematian karena takut mendapat siksa karena merasa amalnya kurang dan belum mempersiapkan bekal untuk itu, dalam arti belum menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan dosa, belum melaksanakan perintah Allah sebagaimana yang diwajibkan, maka orang seperti ini ma'dzur dimaafkan, tetapi bagi orang seperti ini harus segera menyiapkan bekal sehingga ketika kematian mendatanginya, dia tidak membenci kematian itu, bahkan mencintainya karena mengharapkan pertemuan dengan Allah setelah itu. Di dalam hadits ini kita tahu bahwa Allah Ta'ala tidak akan terlihat oleh seorang pun dari kalangan orang-orang yang masih hidup. Hal itu melihat Allah hanya akan teralami oleh orang mukmin setelah mati, berdasarkan sabda Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasalam "Kematian itu bukan pertemuan dengan Allah." Adalagi hadits yang lebih jelas dari hal ini, yaitu di dalam Shahih Muslim dari hadits Abu Usamah secara marfu' dalam hadits yang panjang. Di dalamnya dikatakan "Ketahuilah, bahwa kalian tidak akan melihat Rabb kalian Allah sampai kalian mati." Adapun bertemu dan melihat Allah pada hari kimat, maka hal didasarkan pada banyak dalil. Di antaranya firman Allah Ta'ala "Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri, karena mereka melihat kepada Rabb mereka." Al-Qiyamah 22-23 Di dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu bahwa manusia berkata "Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita pada hari kiamat?" Beliau menjawab "Apakah kalian berdesak-desakan ketika melihat bulan pada malam purnama di saat tidak ada awan di bawahnya?" Mereka menjawab "Tidak, ya Rasulullah?" Beliau berkata "Apakah kalian pun berdesak-desakan ketika melihat matahari di saat tidak ada awan?" Mereka menjawab "Tidak." Beliau berkata "Maka sesungguhnya kalian akan melihat-Nya seperti itu." HR. Bukhari 764. Kita mohon kepada Allah agar Dia menemui kita dalam keadaan Dia ridha kepada kita dan semoga shalawat tercurah kepada Nabi kita Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasalam.