Pemupukan pertama diberikan bersama ketika pengolahan tanah atau sebelum dilakukan penanaman bibit bawang merah. Jenis pupuk yang digunakan adalah kompos dan TSP dengan takaran masing-masing 1000-2000 dan 200 kg per hektar. Selanjutnya, pemupukan susulan pertama diberikan saat tanaman berumur 10-15 hst dengan jenis pupuk Urea (100 kg/ha), NPK
Pemberian bokashi jerami dengan dosis 15 gram polybag -1 dan pupuk guano dengan dosis 42 gram polybag-1 pada pertumbuhan tinggi tanaman umur 60 HST berbeda nyata dengan tinggi rata-rata tertinggi yaitu 46.52 cm dan 46,38 cm dan tidak berpengaruh nyata terhadap hasil buah tanaman terung ungu.
Presentase hidup bawang merah pada dosis 0 Gy sebesar 100%, dosis 3 Gy sebesar 96%, dosis 6 Gy sebesar 92%, dosis 9 Gy sebesar 20%, dosis 12 Gy sebesar 0% dan dosis 15 Gy sebesar 0%. Karakter Fisiologi dan Pendugaan Heritabilitas Tanaman M1 Bawang Merah (Alfariatna et al.) 21 Tabel 1. Analisis ragam dan nilai harapan untuk tanaman bawang merah
Peningkatan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dengan Pemberian Pupuk KCl dan Mulsa. J. Sagu 4 (1):24-31. Pedoman Bertanam Bawang Merah. Yrama Widya. Jan 2008.
Perubahan iklim akibat pemansan global sekarang ini menjadi kendala dalam kegiatan pertanian termasuk usaha budidaya bawang merah. Upaya untuk meningkatkan produksi bawang merah pada musim kering dapat dilakukan melalui pengelolaan tanaman yang sesuai. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah terhadap cekaman kekeringan dan dosis pupuk
Upaya untuk meningkatkan produksi bawang merah antara lain dengan cara perbaikan media tanam menggunakan pupuk organik konsentrat. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari dan memperoleh dosis terbaik
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis dan dosis pupuk kandang, serta dosis pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di tanah PMK. Penelitian ini dilakukan di IP2TP Sungai Kakap BPTP Kalimantan Barat, pada bulan November 2021 sampai Februari 2022.
Tanaman bawang merah juga dapat digunakan sebagai bahan obat tradisional (Estu dan Berlian, 2004). Di Indonesia pada tahun 2016, produksi bawang merah 14.338.094 ton, dengan luas panen 148.434 ha, dan produktivitasnya 96,60 ton ha-1, sedangkan pada tahun 2015 luas panen bawang merah 122.126 ha, produksi 1.229.184 ton,
Pemupukan susulan: Urea (150-200 kg/ha), ZA (300-500 kg/ha) dilakukan pada umur 10-15 HSTdan pada umur 1 BST masing-masing ½ dosis. Atau menggunakan pupuk majemuk NPK (16-16-16) 600 kg/ha yang diberikan seminggu sekali dengan cara dicor disekitar tanaman Pengendalian Hama dan Penyakit Utama Bawang Merah. Ulat daun bawang (Spodoptera exigua)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil bawang merah terhadap pemberian POC NASA dan Mulsa Organik serta interaksinya. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Long Pinang
cPFuVy.